Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Wednesday, 6 November 2013

Surga Menurut Beberapa Agama (Part.4 - Budha)

Catatan : Artikel ini diambil dari berbagai situs yang ada di internet, namun dalam blog ini, sengaja tidak menghapus link sumber yang telah diambil, karena itu merupakan sebuah backlink untuk menuju halaman aslinya, Jika kamu menemukan artikel kamu dalam blog ini dan ingin menghapusnya, mohon hubungi admin di bhacank.joki@gmail.com, dengan mencantumkan link artikelnya, dan admin akan segera menghapusnya dari blog ini,


Surga Menurut Beberapa Agama (Part.4 - Budha)

APLIKASI GRATIS


Selamat datang di salah satu halaman blog AGC Androids, Bagi saya berbagi adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan, selain mendapatkan banyak teman, saya juga mendapatkan pengalaman tentunya, dan semoga apa yang telah saya bagikan dalam blog ini bisa bermanfaat untuk para pengunjung,
Dan untuk update kali ini tepatnya pada tanggal Wednesday, 6 November 2013 adalah

Surga Menurut Beberapa Agama (Part.4 - Budha)

dan semoga artikel ini bisa menjadi manfaat buat para pembaca semuanya,
loading...

Pengertian Surga
Sorga, atau juga surga(bahasa Sanskerta svarga, स्वर्ग, "kayangan") adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya.

Dalam bahasa Jawa kata tersebut diserap menjadi swarga. Sorga dalam bahasa Arab disebut jannah, sedangkan dalam bahasa Hokkian digunakan istilah thian (天).

Surga Menurut Budha
Menurut agama Buddha, surga juga ada di dunia ini. Bukan suatu yang ada di luar dunia. Dari lima jenis alam dalam agama Buddha, surga berada di tingkat ke-tiga. Tingkat paling dasar yaitu neraka kemudian alam manusia, tingkat ke-tiga yaitu surga, ke-empat alam rupaloka dan yang terakhir alam arupaloka. Tujuan akhir manusia menurut Buddha adalah nirwana (nirvana). Kata ini sebenarnya berarti padam. Bukan tidak ada. Suatu kebahagiaan luar biasa yang tak terjangkau indra. Itulah nirwana. Jadi, tujuan akhir manusia menurut Buddha adalah nirwana bukannya surga. Intinya, baik Hindu maupun Buddha surga hanyalah sasaran untuk dapat melanjutkan perjalanan spiritual manusia. Bukan perjalanan akhir untuk mendapatkan kebahagiaan atau kesenangan.
Nirwana, dari bahasa Sanskerta: Nirva?ajir -- Pali: Nibbana -- bahasa Tionghoa: Nie4 Pan2 (??)), secara harafiah: "kepunahan" atau "pemadaman", adalah kulminasi pencarian umat Buddha terhadap kebebasan.

Siddartha Gautama, menejelaskan Buddhisme sebagai sebuah rakit yang setelah mengapung di atas sungai, akan memperbolehkan sang penumpangnya untuk mencapai nirwana.

Hinduisme juga menggunakan nirwana sebagai sinonim untuk pemikiran mereka tentang moksha, dan nirvana dibicarakan dalam beberapa tulisan tantra Hindu serta Bhagawad Gita. Konsep nirwana antara agama Buddha dan Hindu tidak boleh disamaratakan.

Dalam pengertian yang lebih dalam, Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi, suatu keadaan kebahagiaan abadi yang luar biasa. Kebahagiaan Nibbana tidak dapat dialami dengan memanjakan indera, melainkan dengan menenangkannya.

Nibbana bukanlah suatu tempat. Nibbana bukanlah suatu ketiadaan atau kepunahan. Nibbana bukanlah suatu surga. Tidak ada kata yang cocok untuk menjelaskan Nibbana ini. Nibbana dapat direalisasi dengan cara melenyapkan keserakahan (lobha), kebencian (dosa) dan kebodohan bathin (moha).

Dalam Kitab Udana VIII:3, Nibbana dijelaskan oleh Sang Buddha sebagai berikut:

"Oh, Bhikkhu, ada berhentinya kelahiran, berhentinya penjelmaan, berhentinya Kamma, behentinya Sankhara. Jika seandainya saja, Oh bhikkhu, tidak ada berhentinya kelahiran, berhentinya penjelmaan, berhentinya Kamma, berhentinya Sankhara; maka tidak akan ada jalan keluar kebebasan kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi karena ada berhentinya kelahiran, berhentinya penjelmaan, berhentinya Kamma, berhentinya Sankhara, maka ada jalan keluar kebebasan kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu"

Lebih lanjut dalam Kitab Milinda Panha juga dijelaskan tentang Nibbana melalui percakapan antara Bhikkhu Nagasena dan Raja Milinda sebagai berikut:

"Nibbana penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan Oh Raja. Barang siapa yang mengatur kehidupannya secara sempurna dengan memahami sifat kehidupan sesuai dengan ajaran para Buddha, menyadari kehidupan melalui kebijaksanaan, sebagaimana seorang siswa yang dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Sang Guru, menjadikan dirinya 'Nakhoda' bagi kapalnya sendiri,...

"Apakah Nibbana suatu tempat?" Tanya Raja Milinda "Nibbana bukanlah suatu tempat Oh Raja, tetapi Nibbana ada sebagaimana api ada, meskipun api itu tidak disimpan di suatu tempat tertentu." "Apakah ada tempat berpijak bagi seseorang untuk mencapai Nibbana?" "Ya Raja, tempat itu adalah kebajikan"

Jadi dapat disimpulkan bahwa Nibbana bukanlah suatu tempat atau alam kehidupan, melainkan keadaan yang terbebas dari semua kekotoran batin yang menjadi sebab penderitaan dari kelahiran, usia tua, penyakit, kematian, kepedihan, ratapan dan keputus-asaan, yaitu Keserakahan (Lobha), Kebencian (Dosa), dan Kebodohan Batin (Moha).

Nibbana dapat dicapai ketika masih hidup dan ketika meninggal dunia. Ketika Pangeran Siddhartha mencapai Penerangan Sempurna dan menjadi Samma Sambuddha, maka pada saat itu Beliau mengalami Sa-upadisesa Nibbana. Ketika Buddha Gotama meninggal dunia pada usia 80 tahun di Kusinara, maka Beliau mencapai An-upadisesa Nibbana atau Parinibbana.

Cara untuk mencapai Nibbana adalah dengan mempraktekkan sendiri Jalan Mulia Berunsur Delapan, yaitu:
1. Pengertian Benar (Samma ditthi)
2. Pikiran Benar (Samma sankappa)
3. Ucapan Benar (Samma vaca)
4. Perbuatan Benar (Samma kammanta)
5. Penghidupan/Mata Pencaharian Benar (Samma ajiva)
6. Usaha/Daya Upaya Benar (Samma vayama)
7. Perhatian Benar (Samma sati)
8. Konsentrasi/Meditasi Benar (Samma samadhi)

Semoga Bermanfaat,
Baca Artikel Menarik Lainnya hanya di agcandroid.blogspot.com

Surga Menurut Beberapa Agama ( Part.1 - Islam )
Surga Menurut Beberapa Agama ( Part.2 - Kristen )
Surga Menurut Beberapa Agama ( Part.3 - Hindu )


Itulah sedikit ulasan Surga Menurut Beberapa Agama (Part.4 - Budha), ini saya sajikan dan Semoga Bisa menjadi manfaat buat para pembaca semuanya, dan jangan lupa untuk terus mampir ke blog yang sederhana ini, agar tidak ketinggalan update, silahkan berlangganan dulu dengan cara masukan email aktif kamu pada kolom yang sudah disediakan dibawah,

Artikel ini hanyalah sedikit ulasan tentang apa yang bisa saya bgikan dalam blog ini, dan artikel ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, namun artikel ini hanya sedikit membantu para pengembang aplikasi tersebut, sehingga aplikasi yang dipasarkan bisa menjangkau pelanggan atau sasaran yang lebih luas,

Jika kamu ingin mendapatkan aplikasi ini dengan fitur yang premium, silahkan kunjungi langsung website resmi pengembang yang sudah saya sediakan dalam artikel diatas.


Link artikel ini adalah : http://agcandroid.blogspot.com/2013/11/surga-menurut-beberapa-agama-part4-budha.html

Surga Menurut Beberapa Agama (Part.4 - Budha) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda, komentar harus sesuai dengan tema artikel diatas, jika tidak akan langsung saya hapus, apalagi komen yang cuma promosi, langsung hapus ajja.!!


Salam Blogger
Admin Agc